4 Komentar

Lampu sen itu bukan hiasan, bisa nyala bung!

Memang semenjak BBM naik, kendaraan berroda dua yang namanya motor semakin menjadi pilihan, selain uang mukanya yang semakin murah (cukup dengan DP Rp.500rb sudah bisa bawa pulang motor bebek), pengeluaran naik turun angkot dan bis kota sehari-hari pun bisa ditekan secara drastis alias tambah ngirit rit rit rit. Makanya yang kemaren jalanan macet karena mobil, bis, truk dan kapal tanker, sekarang sepeda motor pun bisa urun andil dalam memacetkan jalanan terutama di Bandung.

Sayangnya tidak semua pengendara motor kenal betul dengan motornya terutama dengan teknologi yang sudah cukup lama bertahan di dunia per-sepeda motoran, yaitu lampu sen atau lampu sein atau sign (mungkin). Ternyata tidak semua pengendara motor mengerti kegunaan lampu yang bukan sekedar hiasan ini. Penulis sering menjumpai para pengemudi motor dan mobil yang berpindah lajur atau berbelok secara tiba-tiba tanpa memberi aba-aba, atau seandainya memberi aba-aba yah alakadarnya dengan melambai-lambaikan tangan bak dangduter sedang berjoget di panggung, hal tersebut membuat kaget sekaligus kasian.

Kaget karena motor atau mobilnya relatif baru tapi kenapa lempu sen-nya ko udah rusak, atau terkadang kaget karena “hari gene ga bisa ngidupin lampu sen?? Naik perahu aja gih g ada sen-nya enak bisa ugal-ugalan di laut”.

Dan kasian karena “hari gene ga bisa ngidupin lampu sen??”. Sebenarnya dilematis juga yah bagi pengendara lain, kalo ditabrak ga mau, tapi kalo belok ga bilang-bilang.

Kita flashback sebentar menelusuri asal-usul penambahan lampu sen pada kendaraan bermotor:

Jaman dulu kendaraan bermotor diproduksi tanpa lampu sen, oleh karena itu sering terjadi misunderstanding antara sesama pengendara.

Contoh percakapan ke-1 ketika misunderstanding terjadi :

Setelah terjadi tabrakan antara dua motor yang tidak terlalu parah, motor A penyok bagian depannya, sedangkan motor B hilang spakbor belakangnya karena ditabrak oleh motor A.

Pengemudi B: Lu ko nabrak gua sih, kalo nyetir pake tangan jangan pake mata.
Pengemudi A: Lu yang belok tiba-tiba.

dan akhirnya percakapan mereka tidak menemukan ujung pangkalnya, jadi tidak perlu diperpanjang. Mari kita simak contoh selanjutnya.

Contoh percakapan ke-2 :

Didepan sebuah pasar tradisional terjadi kecelakan ringan antara Kancil dan Cicak.

Cicak: Kamu abis nyuri ketimun ya, makanya nyetir ga ati-ati?
Kancil: Lha kamu tadi tangannya melambai-lambai kearah ban belakang, ta’ pikir kamu minta di tabrak.

Cerita di atas adalah fiktif belaka, jika ada kesamaan tokoh dan peristiwa, kenapa engga!!

Dikarenakan semakin banyak orang yang salah paham dan sekaligus untuk membuat standar aba-aba berbelok yang sama di seluruh dunia, maka para produsen kendaraan bermotor sepakat untuk menambahkan lampu sen sebagai alat bantu yang dapat digunakan ketika kendaraan akan berbelok, sehingga pengendara lain dapat mengetahui arah pengendara yang berada pada jarak pandangnya.

Jadi lampu sen dapat mengurangi tingkat kecelakaan dan kesalahpahaman kendaraan bermotor di jalananan jika dipergunakan sebagai mana mestinya, bukan hanya diperlakukan sebagai pajangan. Yang lebih membahayakan lagi lampu sen tersebut dicopot, hal ini dapat menambah jumlah Kancil dan Cicak di jalanan.

Dikarenakan masih banyak pemilik kendaraan bermotor tidak mengetahui cara pengoprasian Lampu sen maka saya akan tulis tutorial singkat yang akan sangat membantu :

  • Anda dapat menemukan switch atau saklar lampu sen pada setang motor, biasanya terletak di sebelah kiri.
  • Geser kekanan switch tersebut jika anda ingin belok kekanan, dan sebaliknya untuk belok kekiri geser switch ke arah kiri.
  • Dan jangan lupa kembalikan posisi switch dalam keadaan off jika anda sudah selesai berbelok, jangan sampai orang lain mengira anda akan berbelok tetapi sampai 2 Km kedepan anda masih lurus. Hanya gara-gara lampu sen yang menyala terus-terusan.
  • Jika lampu sen anda rusak, segera bawa ke bengkel.

Untuk info harga lampu sen, silahkan datang ke bengkel resmi masing-masing. Selamat berkendara dengan aman jangan lupa lampu sen bukan hiasan, bisa nyala bung!!!

4 comments on “Lampu sen itu bukan hiasan, bisa nyala bung!

  1. Wew, ada 1 orang yang vote lebih baik pakai tangan saja….

    Kalau malam-malam gimana tuh? sein kan bukan dominasi motor doang…mobil juga kan?

  2. Betul sekali, bohlam lampu sein yg tidak standar (kuning) akhirnya mengganggu fungsi aslinya dan juga pengendara lain.
    Saya paling terganggu dengan lampu sein warna merah. Ck.ck.ck.

Menurut anda bacaan ini bermanfaat? Ada tambahan? Atau mungkin mencari jawaban lain? Tulis disini Ok (:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: