5 Komentar

Mobile view untuk website, penting kah?

Semenjak booming penggunaan tablet dan smartphone para netizen (pengguna internet) sekarang memiliki opsi tambahan untuk mengakses internet. Dominasi akses ke website oleh PC desktop dan laptop mulai digeser oleh perangkat baru yang lebih terjangkau dan memiliki mobilitas tinggi. Smartphone dan tablet menawarkan berbagai kemudahan untuk menikmati teknologi internet yang semakin hari semakin murah, bahkan gratis. Dari sisi konsumen hal ini sangatlah baik, bahkan menurut saya tidak ada alasan lagi untuk menjadi bodoh di zaman banjir informasi seperti sekarang (namun berbeda halnya dengan menjadi bijak).

bandungview statistik perangkat

Statistik perangkat http://bandungview.blogspot.com oleh Google Analytics

Trend tersebut memberikan tantangan baru terhadap pengembang website dan pemilik web, jika di zaman dominasi PC resolusi monitor setidaknya hanya terbagi jadi 2 rasio; 4:3 standar atau 16:9 widescreen. Resolusi akan sangat berpengaruh terhadap desain antar muka sebuah website, apakah menggunakan fixed width, dengan lebar tetap sehingga berapapun resolusinya website akan tampil dengan lebar yang tidak berubah, lalu ada fluid design, seperti sifat fluida yang akan memenuhi ruang dengan bentuk apapun, website dengan konsep ini akan menyesuaikan dengan resolusi monitor dari pengunjung. Bagaimanapun kedua konsep tersebut hanya memiliki toleransi batas resolusi terkecil, yaitu batas resolusi terkecil dari sebuah monitor desktop, yang bagaimanapun juga resolusi layar monitor terkecil masih lebih besar dari layar smartphone maupun tablet.

Munculnya smartphone dan tablet dari banyak vendor menambah rentang variasi resolusi layar semakin lebar, sebuah developer aplikasi android pernah menyebutkan bahwa setiap aplikasi yang akan di-release setidaknya harus diuji dahulu pada 300 perangkat yang ada dipasaran karena setiap perangkat tersebut memiliki resolusi yang berbeda, dan pihak pengembang harus memastikan antar muka aplikasi mereka tampil dengan sempurna disetiap perangkat.

Bagaimana dengan pengembang atau pemilik website? dahulu sempat ada pilihan teknologi WML (Wireless Markup Language) untuk membuat halaman web yang akan ditampilkan di perangkat mobile yang mendukung WAP (Wireless Application Protocol), sederhananya WML menawarkan tampilan web versi lebih ringan supaya cepat loading, dari sisi estetika banyak poin yang harus dikorbankan. Salah satu pertimbangannya adalah internet di masa itu masih mahal, lambat dan processing power dari perangkatnya juga kecil. Jika menggunakan teknologi WML setidaknya pengembang dan pemilik web harus menuliskan kode dalam 2 bahasa berbeda, menambah beban manajemen dan menambah cost pengembangan kedepannya.

wordpress mobile theme configuration

WordPress mobile theme setting

Berbeda dengan perangkat mobile zaman sekarang dengan processor quad-core, RAM hingga 2 GB, bandwidth menembus 1Mbps; teknologi ini membuat smartphone dan tablet sanggup menampilkan website yang kaya konten dengan beban berat sekalipun. Artinya processing power perangkat mobile sekarang nyaris sama dengan processing power dektop PC, hanya saja monitornya lebih kecil. Fenomena ini coba dijawab dengan adanya pilihan mobile theme, sedikit berbeda dengan WML, mobile theme sudah mampu ditampilkan oleh browser standar namun tetap memberikan versi ringan dari website. Hal ini bertujuan untuk tetap mempertahankan user experience terhadap website meskipun diakses via perangkat yang berbeda.

Bandung View | tampilan mobile dari Android 2.3 - Nexus S

Bandung View | tampilan mobile dari Android 2.3 – Nexus S

Dari sisi teknis penulisan kode, CSS2 menawarkan deteksi terhadap resolusi layar pengunjung, sekaligus menjadi solusi supaya tema utama menjadi satu dengan tema mobile. Memang waktu pengembangan di awal menjadi lebih lama karena halaman website harus mendukung layar monitor standar sekaligus layar tablet dan smartphone, tidak hanya itu tata letak pun ecara dinamis disesuaikan, hal ini harus direncanakan dengan matang melalui banyak percobaan. Konsep ketiga ini lebih dikenal dengan Responsive Web Design, pendekatan design sehingga tampil optimal disemua layar perangkat dengan meminimalisir zoom, panning (horizontal ke vertical dan sebaliknya), juga scrolling.

Semakin sedikit proses penyesuaian layar seperti zoom, panning, dan scrolling, semakin banyak waktu pengunjung untuk lebih fokus ke konten yang ada di web.

Dengan bertambahnnya pengguna smartphone dan tablet, maka penyesuaian terhadap perangkat tersebut akan meningkatkan banyak aspek dari website kita, mulai dari kesederhanaan navigasi, visitor flow, user engagement, dll. Intinya adalah informasi yang ingin kita sampaikan selalu mencapai pemahaman pengunjung, terlepas dari perangkat apapun yang digunakan.

Sumber:
– WML | http://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_Markup_Language
– Aspect ration | http://en.wikipedia.org/wiki/Aspect_ratio_%28image%29
– Responsive web design | http://en.wikipedia.org/wiki/Responsive_web_design

5 comments on “Mobile view untuk website, penting kah?

  1. Penting. . .
    Biar kalau kita akses dari HP/SmartPhone lebih iriiit biaya. .. 🙂
    Iya, kan?:mrgreen:

    • Setuju, dan yang terpenting tetap mobile user friendly🙂

    • Sayangnya tren responsive web design yang saat ini berkembang sama sekali tidak mengurangi beban bandwidth yang harus ditanggung oleh pengunjung.

      Sebab, trend responsive web design yang berkembang saat ini tidak menerapkan teknik adaptive image, juga hanya menyediakan tampilan berbeda via penggunaan media queries, tanpa memisahkan resources CSS atau Scripts antara tampilan desktop atau mobile. Ujung-ujungnya, total size yang harus di unduh oleh pengunjung menjadi jauh lebih besar.

      • Touche! Trade of nya adaptive image adalah dengan mengurangi ukuran file gambar yang akan diunduh pengunjung, menambah processing load pada server.

        Mungkin salah satu alasan responsive web design tidak mengadopsi secara native adaptive image (AI) karena ketergantungan AI terhadap konfigurasi dan library yang harus diinstal di web server, dan tidak semua developer/pemilik web memiliki pengetahuan atau akses ke web server.

        Perkiraan saya untuk kedepannya AI ini akan menjadi fitur native setiap web hosting. Sama seperti Google gear yang akhirnya menjadi standar local storage di HTML 5.

        Thanks for the inspiring comment🙂

  2. wahh.. seru juga ya baca komen kk Ren sm kk Muslim

Menurut anda bacaan ini bermanfaat? Ada tambahan? Atau mungkin mencari jawaban lain? Tulis disini Ok (:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: